Welcome to Tual,

Welcome to Tual,

16 Feb 2017

Biasanya istilah tinggal bersama bagi cewek dan cowok hanya aku kenal di film atau drama korea dan jepang, aku mikirnya biar mereka ga pindah-pindah lokasi syuting, kan udah serumah, hehe tapi sekarang aku mengalaminya. Antara takut dan was-was. Sebelumnya, mau salaman sama laki-laki aja mikir-mikir dulu, kalo yg masih seumuran biasanya gamau, milih ga salaman demi keamanan, lhah sekarang malah harus tinggal bertiga bersama 2 laki-laki rekan kantor. Hehe. Hanya bisa nyengir sambil otak kemana-mana.

Cewek itu ibarat gelas kaca, sekali pecah, ya wasallam. Itu istilah yang selama ini aku pegang. Hari pertama aman, ga ada hal-hal mencurigakan, 3 hari sudah mulai nyaman ngobrol-ngobrol bersama mereka. Seiring berjalannya waktu aku mulai paham, rupanya bapak manager sama mas sales sudah di pasrahi kantor pusat untuk menjaga dedek admin dengan sebaik-baiknya, biar betah karena nyari penggantinya cukup susah. Wkwk. Pantas saja aku sudah seperti tuan putri disini. Katanya kasur di belikan yang harganya 4 kali lipat dari kasur mereka, kipas angin sudah disediakan secara pribadi di kamarku, padahal di kantor hanya ada 2 kipas, yang satu dikamarku, yang satu di kantor, itupun diruanganku. Wkwk. Mereka memang the best. Betul saja, Tual Maluku memang sangat panas. So.. kipas angin memang barang wajib.

Baru satu minggu, tapi kami sudah seperti keluarga. Kalau kumpul, yang satu bawa air infus jeruk, yang satu kopi dan aku yang selalu sederhana dengan air putih. Ngobrol kanan kiri, ga jelas, ngomongin budaya tual yang masih cukup aneh bagi kami. Hehe. Itung-itung sekalian memahami budaya mereka, walau lebih tepatnya mempertanyakan kenapa bisa seperti ini. Emang budaya apa sih yang aneh? Banyak, sangat banyak.

Budaya togel yang masih sangat merakyat, bahkan bisa jadi hiburan orang sini ya hanya itu, kata tetangga-tetangga sih, kalau togel dilarang, mereka ga ada kegiatan, trus bakal pada bacok-bacokan, jadi mending tutup mata aja, biar kondisi lebih aman damai sentosa. Orang-orang disini terbiasa hidup bersama walau tanpa ikatan, ya ini mungkin dimana-mana ada, tapi disini jadi biasa. Minum miras dimana aja itu sah. Bahkan waktu aku mengirim barang dan ikut naik ke kapal, ada mbak-mbak penumpang kapal yang tiduran sambil minum-minum, padahal itu di bed kapal pelni yang disitu banyak orang,termasuk anak kecil, dan orang-orang biasa aja liat itu, malah aku yang jadi pusat perhatian karena ketahuan memandang aneh ke mbak-mbaknya. Wkwk. Waktu itu hanya bisa tersenyum, merasa bersalah sambil menunduk. Ga berani liat lagi. Kemudian nguntit bapak BM lebih dekat, takut nek tiba-tiba dipalak. Disini, biasa banget keluar siang hari bawa payung, karena memang panas guys. Mau makan ikan juga banyak, kadang ga tega sendiri, ikan warna-warni cantik tapi masuk penggorengan. Kayanya lebih pantes masuk akuarium. Ibu-ibu disini lumayan genit, bapak BM tu yang kesenengan. Hehe. Anak-anak disini ga punya tempat main, jadi kalau malem pada jalan-jalan, pernah iseng ngikuti, ternyata mereka Cuma muter komplek, terus balik ke rumah masing-masing, itu jalan-jalan apa ngeronda. Mereka juga biasa banget duduk di pinggir jalan sambil diem aja, sekedar selfi. Hmmm… tapi salut sama mereka, ga peduli weekday apa weekend, lapangan olahraga selalu ramai.

Ketika anak gunung jd anak laut, kebayang ya eksaitednya. Pas liat kapal PELNI gedhe dengan lampu-lampunya yang mewah gitu, rasanya pengen banget foto, trus dikirim ke rumah, ngabarin kalo abis liat kapal penumpang, keren, ga kayak kapal merak bakauni yang pernah aku naiki dulu, tapi baru ngeluarin hape aja udah pada diliatin, wkwk masuk kantong lagi. Selfi gagal. Selalu heboh kalo melewati jembatan watdek, jembatan laut yang menghubungkan tual sama langgur, apalagi kalo naik motor tapi disamping jalan udah laut, pasti ketauan banget anak gunungnya. WkwkLain kali pengen banget post tentang wisata-wisata disini. Semoga bisa.

oya, tual itu dimana sih? itu masih di Indonesia kok, tapi kalau petanya kecil, jangan berharap menemukan salah satu surga Indonesia ini, kecil banget soalnya.


TAGS budaya tual tual eksotik tual indah wisata tual pantai tual tual maluku tenggara


Comment
-

Author

Nama saya Ira Puspita, tapi kadang kutulis Ira Pusspita. karena Ira puspita sudah terlalu banyak, jadi bingung kalau ada yang nyari. (kalau ada sih). aku bukan gadis yang pinter. pemikiran juga standar. kepribadian juga low profil. tapi satu hal konyol yang ada diotakku, "ketika suatu saat nanti ada yang mengetik nama ira puspita di gugel, maka yang muncul adalah aku, bukan ira puspita yang lain". entah... aku hanya ingin berbagi apa saja yang bisa kubagi, walau itu mungkin ga penting. hanya sekedar catatan hidup sajaaa, karena kematian adalah kawan terdekat kita.

Search

Recent Post

Home Perihal
na na na na © 2017 All Right Reserved. Platform Blog Lokal Asli Indonesia