Ayah dan Tahun Baru

Ayah dan Tahun Baru

7 Jan 2017

Setelah berkali-kali merencanakan untuk bisa pergi sekeluarga ketempat wisata dan gagal, maka malam ini akhirnya kakak memutuskan untuk ke parangtritis. Rencana tahun baru itu menjadi acara dadakan yang malah terealisasi. Sepasang kakak bersama keponakan tercinta ditambah ortu tercinta ditambah lagi dengan aku dan saudara perempuanku ditambah lagi dengan keempat adik kemenakan dari kakak in law membuat jumlah peserta acara tahun baru menjadi cukup banyak. Bukan cukup lagi, tapi memang sangat banyak dan diluar kapasistas mobil. Yang harusnya hanya 8 orang menjadi 11 orang. Daripada harus rental, lebih baik berjubel dalam mobil. Walau over muatan, tapi canda tawa masih mengiringi perjalanan kami malam itu.

Jika biasanya malam tahun baru bahagia karena bisa menyaksikan keriuhannya bersama keluarga, maka kali ini hal itupun masih tetap sama. Hanya suasananya saja yang berbeda. Terbiasa dengan mengais rejeki dipusat keramaian tahun baru di Jalan Slamet Riyadi Solo, maka tahun baru kali ini kami menikmatinya di pantai parangtritis. Tanpa berjualan tentunya. Ayah yang sudah berpuluh-puluh tahun menikmati tahun baru dengan berdagang itu, malam ini ia memandang tenang ke arah ombak pantai selatan yang datang berhamburan. Lama sekali ia hanya berdiam diri mengamati ombak pantai yang tidak terlihat secara jelas dalam kegelapan malam itu. Aku yang melihatnya tak ingin sedikitpun mengganggu, bahkan jika ada nyamuk yang datang padanya, aku siap menepuk dan kemudian melumatkannya. wkwk.

 Ayah, yang biasanya tak bisa istirahat atau bahkan tak dapat duduk untuk mengistirahatkan badannya di malam tahun baru dan malam-malam ketika ramai pengunjung, kini bisa duduk tenang. Akupun cukup bahagia karena tidak harus membantunya berdagang, namun melihat ayah menikmati pantai menjadi kebahagiaan tertinggi bagiku. Walau malam ini cukup sedih karna tak akan mendapat fee dari beliau atas kerja keras kami yang mau membantunya, namun aku mendapat sebuah kebahagiaan lain saat melihat beliau duduk tenang dalam gemuruh fikirannya. Bahkan melihatmu istirahat saja membuat kami bahagia.


TAGS tahun baru ayah keluarga bahagia sederhana kisah ayah


Comment
-

Author

Nama saya Ira Puspita, tapi kadang kutulis Ira Pusspita. karena Ira puspita sudah terlalu banyak, jadi bingung kalau ada yang nyari. (kalau ada sih). aku bukan gadis yang pinter. pemikiran juga standar. kepribadian juga low profil. tapi satu hal konyol yang ada diotakku, "ketika suatu saat nanti ada yang mengetik nama ira puspita di gugel, maka yang muncul adalah aku, bukan ira puspita yang lain". entah... aku hanya ingin berbagi apa saja yang bisa kubagi, walau itu mungkin ga penting. hanya sekedar catatan hidup sajaaa, karena kematian adalah kawan terdekat kita.

Search

Recent Post

Home Perihal
na na na na © 2017 All Right Reserved. Platform Blog Lokal Asli Indonesia