SKRIPSIKU, KARYAKU

SKRIPSIKU, KARYAKU

8 Sep 2016

Setelah skripsi selesai (akhirnya yah), ga ada cukup alasan untuk buka lepi setiap harinya. Bahkan, terasa sedikit bosen untuk memandangi layar leptop kecilku ini. Ketika di kos, dia hanya teronggok dialmari dan ketika pulang juga hanya di bawa demi keamanan. Drama koreapun tak cukup memotivasi diri untuk kemudian bercengkrama dengan lepi tercinta. Hingga akhirnya aku stalking blog sendiri (hehe) dan memutuskan untuk mengembalikan fungsinya. Apa? ya tentu sebagai diary online yang merekam kehidupan. Kali ini pengen cerita tentang pernak-pernik skripsi, mulai dari perjuangannya, kisah konyolnya, budaya skripsi, sampai konflik dengan dosen juga. apa ada? ya ada.

Pertama, Perjuangan skripsi itu gampang-gampang susah, tapi disitulah kita makin dekat dengan Pencipta kita. Dosen tentu juga manusia dengan berbagai macam karakternya masing-masing. Ada yang moody-an, ada yang PHP-an, ada yang perfeksionis, ada yang asal jalan, ada yang betul-betul detail, dan macem-macem, tapi yang jelas mereka betul-betul membimbing kita kok. Yang moody-an membimbing kita untuk membaca kondisi lingkungan sosial, dosen perfeksionis membimbing untuk detail, dosen detail membimbing perfeksionis (apa sih ya), dosen asal jalan membimbing kita untuk memandang indahnya dunia, dan dosen PHP membimbing dalam skripsi maupun kisah cinta. (pukpuk). Dengan segala hal karakter tersebut, setiap mau ketemu tentu banyak doa yang dirapal dengan tujuan “semoga bapak/ibu dosen selalu dilimpahkan kebahagiaan sehingga selalu dalam kondisi yang baik untuk membimbing skripsi hari ini. amin” bahkan ketika dosennya killer, doa dirapal setiap hari untuk melunakkan hati. Jika dosennya super killer, maka doanya ialah mohon keberuntungan diri. hehe. Dalam skripsi, jangan terlalu ngoyo, berdoa saja mohon keberuntungan, apa lagi berkaitan dengan administrasi tanda tangan, sudah…. tidak usah terlalu terpaku dengan logika, percayakan kekuatan doa. Karena keberuntungan yang diberi Allah lah yang akan mempermudah segala urusan, bahkan terkadang diluar logika, mohon aja skenario terbaik. hehe. Contoh skenario kurang beruntung nih, hari rabu mau minta 4 tanda tangan. harus urut kan yah, tahap 1 oke. tahap 2 bapaknya baru keluar kota dan pulangnya masih hari senin, tahap 3 bapaknya keluar kota hari senin sebelum bapak tahap kedua bali, bapak tahap 4 selalu stay dikampus tapi sering ngilang-ngilang. Tentu menunggu dan waktu yang ga tepat seperti inilah yang memperlama proses administrasi, maka mintalah skenario terbaikmu sama Allah.

Kedua, masih tentang perjuangan. Sekali kita memasuki gerbang skripsi, jangan pernah berfikir untuk mundur. Jangan Pernah. Selain itu, jangan pernah berfikir tentang memiliki pilihan lain selain secepat mungkin menyelesaikannya. Sekali saja terlena untuk malas, maka tantangan berat akan semakin terasa. Beberapa teman yang memutuskan untuk menyerah menghadapi skripsi, memiliki tantangan yang lebih sulit didepannya. Misal harus menambah semester yang otomatis menambah biaya. Ga hanya itu, tantangan terberat berikutnya ialah mengerjakan skripsi sendiri tanpa ada lagi teman-teman seangkatan yang saling support, tidak ada lagi euforia skripsi yang menghidupkan semangat skripsi, tidak ada lagi teman sefrekuensi yang bisa menjadi tempat berbagi. Sahabat paling dekat? tentu dia sudah merajut mimpi-mimpi berikutnya yang tentu tidak sefrekuensi lagi denganmu dan tidak akan bisa menjadi tempat berbagi keluh kesah. Tantangan berikutnya tentu perasaan minder ketika masih harus konsultasi dan bertemu dengan adek-adek tingkat. Aku rasa hal ini adalah hal terburuk, maka ketika euforia skripsi masih kuat dan teman-teman sefrekuensi masih banyak, jangan berfikir untuk mundur, seberat apapun itu bisa diatasi, jangan pernah memiliki pilihan lain selain menyelesaikannya secepat mungkin. Pilihan lain yang kadang dipilih ketika proses penyelesaian skripsi ialah bekerja. Meninggalkan absurtnya skripsi dan memilih bekerja, mungkin solutif, tapi coba selesaikan dulu dan kamu boleh bekerja sepuasnya setelah itu. hehe.

Ketiga, berbagai tingkah konyol kadang mewarnai dinamika skripsi. Kisah konyol skripsi biasanya dimulai dari kondisi mahasiswa yang bergerombol menunggu bimbingan dengan kondisi lelah dan agak tertekan. Saat-saat seperti itu, tidak akan ada kegiatan lain yang paling asyik selain ngerumpi. Awalnya ngerumpi normal, lama-lama arah rumpian akan menggila hingga saling ejek dan mentertawakan segala kondisi kehidupan. Bahkan kondisi menyedihkan sekalipun, akan menjadi cerita yang sangat mengocok perut. Kondisi jiwa seperti apa ini? hehe

Keempat, Konflik dengan dosen. Persepsi dosen dan mahasiswa tentu berbeda. Setuju? Hal inilah yang kadang menimbulkan hal sepele menjadi besar dan menciptakan konflik antara dosen dan mahasiswa, maka jadilah mahasiswa yang pengertian. Hormat saja terus sama beliau, gausah nakal yah. Beliau hanya pengen kita jadi pribadi yang baik dan mampu memandang realitas sosial guna kompetensi kita saat terjun ke masyarakat nanti. J

Kelima, budata ujian skripsi (pendadaran). Pendadaran dianggap sebagai puncak perjuangan skripsi, maka tak aneh jika pendadaran teman menjadi sebuah euforia tertentu bagi mahasiswa kampusku. Perasaan bahagia itu ketika keluar dari ruang sidang, dan diluar ternyata ada teman terdekat yang menyambut. Sederhana tapi membuat bahagia. Setelah dihadapkan dengan 4 dosen penguji, menjawab pertanyaan dan mempertahannya skripsi, perasaan lelah akan terobati dengan sambutan dan senyuman teman-teman semua. Apalagi jika mereka membawa Silverqueen, buket bunga asli, buken bunga palsu dengan bentuk macem-macem, buket snack, flower crown, mahkota ratu, boneka, dan segala hal cantik lainnya termasuk selempang nama dan selempang dengan tulisan “SIAP NIKAH” hehe. Tapi budaya hadiah menghadiahi telah membudaya dan menjadi ladang bisnis tersendiri bagi mahasiswa semester akhir.

Segala perjuangan, kondisi jiwa yang dipertanyakan serta konflik akan hilang dalam sekejap saat pendadaran telah usai. Segera jilid skripsimu, pandanglah lekat-lekat, katakan “Ini lho hasil perjuanganku” dengan tersenyum. Aku yakin segala perjuangan berat itu menjadi kenangan manis. 


TAGS skripsi ku karya ku kenangan manis skripsi perjuangan skripsi skripsi berat


-

Author

Nama saya Ira Puspita, tapi kadang kutulis Ira Pusspita. karena Ira puspita sudah terlalu banyak, jadi bingung kalau ada yang nyari. (kalau ada sih). aku bukan gadis yang pinter. pemikiran juga standar. kepribadian juga low profil. tapi satu hal konyol yang ada diotakku, "ketika suatu saat nanti ada yang mengetik nama ira puspita di gugel, maka yang muncul adalah aku, bukan ira puspita yang lain". entah... aku hanya ingin berbagi apa saja yang bisa kubagi, walau itu mungkin ga penting. hanya sekedar catatan hidup sajaaa, karena kematian adalah kawan terdekat kita.

Search

Recent Post

Home Perihal
na na na na © 2017 All Right Reserved. Platform Blog Lokal Asli Indonesia