Skripsi, Permainan Emosi

Skripsi, Permainan Emosi

8 Sep 2016

          Bagi mahasiswa semester akhir, skripsi bisa dibilang mata kuliah yang paling bikin gregetan. Bahkan banyak banget meme yang menggambarkan bahwa skripsi itu cukup menyita waktu, pikiran dan lebih banyak mempermainkan emosi. hehe. Setidaknya itu yang aku simpulnya selama aku menyelesaikan skripsiku. Menunggu dosen, itu kerja harian mahasiswa semester akhir. Setelah lelah menunggu tanpa adanya pasokan energi, melihat dosen yang ditunggu telah datang, ibarat melihat oase di tengah padang pasir. Terkadang ingin rasanya mutung untuk menunggu dan cari makan minum, tapi lebih seringnya ketika kita pergi saat itulah dosen dateng. Otomatis menunggu dari awal sampai akhir adalah keharusan demi tidak tlisipan dengan dosen tercinta.

            Bertemu dengan dosen bimbingan tentu bukan akhir dari permainan emosi, karena permainan baru saja dimulai. Ketika giliran untuk berdiskusi dengan dosen telah sampai, kita sampaikanlah segala perkembangan kita dan jika ada masalah yang ingin didiskusikan, maka akan terjadi sedikit komunikasi yang mungkin malah akan membuat kita sebagai mahasiswa akhirnya harus pulang dengan berbagai kata kunci penting yang harus dipecahkan. Selain itu tak jarang hasil diskusi membuat kita memiliki banyak pilihan yang menuntut untuk kita putuskan sesegera mungkin demi kelanjutan proses skripsi. Mahasiswa yang masih meraba-raba arti penelitian, terkadang terjebak pada kegalauan dalam proses pemecahan data baru penelitian dan pengambilan keputusan. Tidak ada pilihan lain selain segera menyelesaikannya.

            Skripsi adalah gerbang baru untuk melihat dunia yang sesungguhnya. Maka nikmatilah. Seberat apapun itu, nikmati karena dunia setelah skripsi akan lebih membingungkan dan mempermainkan emosi kita. Kita harus lulus tahap ini demi tahap selanjutnya. Ibarat sebuah game, jika kita ingin memasuki level berikutnya, maka kita harus menyelesaikan level kita terlebih dahulu. Setiap level tentu akan memiliki tantangan yang berbeda dan biasanya sih semakin tinggi level, maka tantangannya akan lebih berat. hehe

            Sekali lagi, Skripsi adalah tentang permainan emosi, kendalikan emosimu, mengeluh boleh, tapi jangan sekali-sekali berfikir tentang berhenti, karena hanya ada satu pilihan, harus selesai (titik). Semua ini demi kenaikan level kita, biar engga game over. 


TAGS skripsi skripsi berat pejuang skripsi semangat skripsi mahasiswa semester akhir


Related Post

Comment
-

Author

Nama saya Ira Puspita, tapi kadang kutulis Ira Pusspita. karena Ira puspita sudah terlalu banyak, jadi bingung kalau ada yang nyari. (kalau ada sih). aku bukan gadis yang pinter. pemikiran juga standar. kepribadian juga low profil. tapi satu hal konyol yang ada diotakku, "ketika suatu saat nanti ada yang mengetik nama ira puspita di gugel, maka yang muncul adalah aku, bukan ira puspita yang lain". entah... aku hanya ingin berbagi apa saja yang bisa kubagi, walau itu mungkin ga penting. hanya sekedar catatan hidup sajaaa, karena kematian adalah kawan terdekat kita.

Search

Recent Post

Home Perihal
na na na na © 2017 All Right Reserved. Platform Blog Lokal Asli Indonesia