Inspirasi Buku “Rich Dad dan Poor Dad” karya Robert Kiyosaki

Inspirasi Buku “Rich Dad dan Poor Dad” karya Robert Kiyosaki

8 Sep 2016

Dalam buku Robert kiyosaki dijelaskan, ada suatu fenomena sosial ekonomi yang cukup berbahaya. Orang-orang di Amerika bekerja mati-matian hanya untuk membayar hutang. Perpaduan sistem hutang piutang dan gaya hidup masyarakat modern yang cenderung konsumtif dan hedonis membuat masyarakat menengah kebawah terjebak pada perlombaan tikus. Dimana mereka bekerja keras hingga lupa waktu, namun tidak bisa menikmati kehidupan yang nyaman karena terus-menerus dikejar kebutuhan dan terutama kewajiban membayar hutang.

Coba amati lingkungan terdekat kita, mungkin kita juga menemukan fenomena seperti ini. Ada berapa banyak masyarakat Indonesia yang sudah lama masuk dalam perlombaan tikus seperti itu. Misalnya PNS, tiap bulan terima gaji, tapi mereka hanya menerima kurang dari 50% dari gajinya karena sudah dipotong berbagai macam potongan dari Bank maupun leasing. Hal yang senadapun dialami Pengusaha, mereka bekerja keras membangun bisnis dari enol. Mati-matian mengembangkan usaha, namun harus rela membagi keuntungannya yang belum seberapa dengan lembaga keuangan sebagai kompensasi atas modal yang telah dipinjamkannya. Tak sedikit juga yang akhirnya arus kas usaha menjadi mines karena pemasukan tidak lebih besar dari pengeluaran.

Bekerja keras dalam bekerja dan mati-matian mengembangkan usaha tentu bukan hal yang negatif. Hal ini merupakan hal yang positif. Positif banget malah. Namun sayangnya, hal positif ini tidak berdampak positif terhadap kehidupan hanya karena sebuah kesalahan dalam memahami uang. Uang adalah aset yang paling likuid, sehingga perencaan yang matang perlu dibuat supaya alokasinya tepat sasaran. Dalam hal pengelolaan keuangan, ada 1 hal yang membedakan antara orang menengah kebawah dan orang kelas atas. Orang menengah melakukan hal yang sama dengan fenomena diatas, mereka terjebak dalam perlombaan tikus. Sedang orang kelas atas cenderung berfikir jangka panjang dan berfikir tentang passive income.

Contohnya : ketika mendapat gaji/pendapatan maka orang menengah kebawah cenderung berfikir tentang belanja. Mereka menggunakan pendapatan tersebut untuk memuaskan semua keinginan mereka, entah itu mengambil angsuran mobil, motor, barang-barang elektronik, atau membeli baju, bahkan hanya untuk makan di cafe yang lagi trend dan lain-lain. Hal berbeda dilakukan oleh orang kelas atas, ketika pendapatan ditangan, mereka berfikir tentang bagaimana uang ini bisa dibelikan sesuatu hal yang produktif sehingga bisa menghasilkan uang untuk kemudian baru membeli barang-barang yang mereka inginkan. Misalnya pendapatan tersebut digunakan terlebih dahulu untuk menabung, ditanam dalam bentuk deposito dan saham, membeli tanah, membangun kontrakan, dll. Kalau akhirnya mereka harus mengambil pinjaman, tentu dengan perhitungan njlimet terkait keseimbangan pendapatan dan pengeluarannya. Selain itu, mereka sangat berpegang bahwa pinjaman hanya untuk produktif saja.

Salah satu contoh paling mudah tentang perlunya pengetahuan dalam pengelolaan keuangan ialah kasus orang miskin yang mendapat undian sebesar 1 Milyard. Bisa jadi uang itu ludes dalam 5 menit. Bahkan survei membuktikan bahwa pemenang undian 1 M akan kembali miskin dalam 2 tahun. Namun jika penerima undian tersebut memiliki pengetahuan yang memadai tentang keuangan, maka bisa bermanfaat guna menunjang kehidupan dan masa pensiunnya. Mereka tidak akan tergiur untuk segera membelanjakan uang tersebut untuk barang-barang konsumtif, namun akan dialokasikan untuk usaha dan sebagian uang tersebut dimasukkan dalam bentuk investasi, baik dalam bentuk tabungan, deposito atau bahkan asuransi unit link. Mereka akan berfikir bagaimana uang ini akan menunjang masa pensiunnya. Pengetahuan tentang produk-produk keuangan juga bisa menjadi nilai plus seorang dalam mengelola keuangannya. Masih sangat sedikit masyarakat menengah kebawah yang melek produk financial. Rata-rata dari mereka hanya memahami tentang menabung dan meminjam di bank. Pengetahuan mereka sangat minim terhadap produk keuangan seperti deposito dan asuransi unit link.

Sistem perekonomian kapitalis memang meningkatkan peran serta lembaga keuangan terutama bank guna mendorong perekonomian. Oleh sebab itu, banyak masyarakat memanfaatkan hutang guna membiayai segala macam keperluan. Hal ini tidak negatif, namun perlu direview kembali, alasan apa yang berpengaruh dalam pengambilan hutang tersebut. Produktif atau konsumtif? Cara seseorang dalam mengelola keuangan tidak terlepas dari cara asuh orang tuanya karena ilmu ini tidak pernah diajarkan di pendidikan formal.

Pola mengasuh anak berpengaruh besar terhadap kemampuan anak dalam mengelola keuangan. Keluarga yang memanjakan semua keinginan anak, cenderung mencetak generasi yang akan masuk dalam perlombaan tikus. Pembelajaran tentang pengelolaan uang bisa ditanamkan kepada anak dengan tidak memberikan segala keinginan anak. Ketika seorang anak minta mainan, maka berikan syarat apa yang harus mereka lakukan. Jika sudah memungkinkan, maka ajarkan anak untuk berfikir bagaimana mereka bisa menghasilkan uang sendiri guna membeli mainan yang diinginkan. Dengan begitu akan tertanam pada diri seorang anak bahwa segala hal perlu proses, tidak bisa instan. Mereka akan terbiasa untuk menjadi jiwa pejuang.

Satu hal yang perlu menjadi renungan kita, bahwa sebongkah es batupun tetap membutuhkan waktu untuk membuat segelas air menjadi dingin. 


TAGS rich dad poor dad robert kiyosaki resensi robert kiyosaki perencanaan keuangan investasi perlombaan tikus permainan uang


Comment
-

Author

Nama saya Ira Puspita, tapi kadang kutulis Ira Pusspita. karena Ira puspita sudah terlalu banyak, jadi bingung kalau ada yang nyari. (kalau ada sih). aku bukan gadis yang pinter. pemikiran juga standar. kepribadian juga low profil. tapi satu hal konyol yang ada diotakku, "ketika suatu saat nanti ada yang mengetik nama ira puspita di gugel, maka yang muncul adalah aku, bukan ira puspita yang lain". entah... aku hanya ingin berbagi apa saja yang bisa kubagi, walau itu mungkin ga penting. hanya sekedar catatan hidup sajaaa, karena kematian adalah kawan terdekat kita.

Search

Recent Post

Home Perihal
na na na na © 2017 All Right Reserved. Platform Blog Lokal Asli Indonesia